Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Aku Bukan Dia

Aku Bukan Dia

"Tuh kan Dik, kamu dibilangi ngeyel. Sekarang lihat hasilnya! Nilai koq jelek banget," Bu Desi seorang ibu muda yang cantik sedang memarahi anaknya setelah menerima rapor.

Sementara si anak hanya diam saja sambi K mempermainkan kertas yang dipegangnya.

"Mainan gawai terus, suruh belajar susah. Kalau hasilnya begini terus gimana coba? " Bu Desi masih terus emosi.

"Lihat kakakmu, dia rajin belajar. Nilainya juga bagus-bagus. Tidak memalukan. Sudah jatah uang saku tidak Mamah berikan," tambahnya

"Tapi Mah...,"

"Tak ada tapi-tapian. Dasar bodoh ,"

Ayah Bunda..

Apakah Anda juga demikian? Terkadang tanpa kita sadari sering kali ketika hasil belajar anak mengecewakan kita langsung menyalahkan. Marah, sedih, dan kecewa. Parahnya lagi , semua kita lakukan di tempat umum, tidak menunggu sampai rumah. Berapa kekecewaan yang harus ditanggung anak? Dia sudah sedih dengan hasilnya, ditambah malu dan kecewa karena dipermalukan di depan orang lain.

Membandingkan dengan anak lain juga hal yang sering terjadi. Padahal tidak hanya anak, kita pun tentu tak mau dibanding-bandingkan. Aku adalah aku bukan dia. Refleksi dan evaluasi terhadap hasil belajar anak tentu sangat penting, tetapi perhatikan waktu dan situasi yang tepat. Bahkan langkah yang bijak adalah dengan refleksi terhadap diri sendiri terlebih dahulu. Sudahkah kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap anak-anak kita? Menuntut anak memiliki prestasi yang tinggi, tetapi kita lupa membimbingnya. Hal ini tentu sangat tak adil. Menuntut anak fokus belajar, tetapi kita asyik menonton sinetron atau drama korea. Menuntut anak tidak membuka medsos, tetapi kita fasilitasi mereka dengan gawai dan kuota. Apakah ketika hasil belajar tidak memuaskan semua menjadi kesalahan anak?

Orang tua tentu sangat berperan. Mestinya menyadari setiap anak mempunyai kelebihan. Tidak semua harus pintar dalam semua mata pelajaran. Tidak semua harus memiliki nilai matrmatika sempurna. Semua sudah ada kapasitasnya masing-masing.

Alangkah indahnya jika tiap orang tua menyadari bahwa potensi anak tidak harus sama dengan anak yang lain. Setiap anak terlahir dengan kelebihan masing-masing. Tugas kita sebagai orang tua untuk mengarahkan, menggali potensi yang ada dan membimbingnya. Bukan menyalahkan atas kegagalan. Membandingkan dengan yang lainnya.

Mari besarkan hati anak kita, bimbing dan arahkan.

Bagi yang memiliki nilai memuaskan pun orang tua tetap memiliki tugas membimbing, agar anak tidak menjadi sombong dan lalai. Sesungguhnya jalan masih panjang. Tetap bersemangat sesuai tugas dan kewajiban.

#selamatmenerimarapor#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pengen pinter nulis kyak ibu, tpi msih sulit untuk menemukan ide baru..

24 Jun
Balas

Saya masih belajar Bund..ide sebenarnya sangat banyak. Coba lihat sekitar kita, itulah sumber ide terbesar. Terima kasih berkenan singgah. Barakallah Bund

01 Jul

Dia mungkin.. Malah bisa aku. Hhhhhhh.. Ok Bun.

21 Jun
Balas

Hehehe...jadi dia atau aku..? Makasih Pak ..

21 Jun

Wah keren bunda. Setiap anak memang punya blue print tersendiri. Tidak layak orang tua membandingkannya dan menuntutnya menjadi seperti orang lain. Jadilah diri sendiri. Terima kasih sharing ilmunya. Barakallah.

21 Jun
Balas

Selakat Bunda...Terima kasih sudah berkenan singgah.. Salam sehat dan sukses. Barakallah Bunda Siti

21 Jun

Liburnya hari apa? wi pengen k Yogya

21 Jun
Balas

Tgl 24 Jogja sudah libur Dik.. Hari ini pembagian rapor.. Lanjut PPDB

21 Jun

Mantul bu.... Kapan ya bisa ketemu bu marlupi dijogja

21 Jun
Balas

Terima kasih Bunda..kapan ke Jogja, kabari..Biar bisa reunian ya Bund.. Salam sehat dan sukses. Barakallah..

21 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali