Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya

Bagaimana Menjadi Orang Tua Hebat (1)

Ada yang menarik perhatian saya, waktu bertugas menjadi moderator dalam acara video conference. Waktu itu yang menjadi nara sumber seorang guru dari SD Muhammadiyah Mrisi. Beliau adalah Bapak Agus Juniyanto. Materi yang dipresentasikan adalah tentang menjadi orang tua hebat. Sangat menarik dan pas untuk kita sebagai calon orang tua, maupun sudah menjadi orang tua. Di perguruan tinggi mana pun tidak ada mata kuliah yang terbaik isinya seperti itu. Materi ini kita dapatkan secara langsung dalam universitas kehidupan. Maka adanya seminar atau konferensi yang membahas tentang orang tua sungguh sesuatu yang sangat dibutuhkan.

Setiap orang tua pasti mendambakan buah hati yang cerdas dan hebat. Namun di era ini banyak para orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anaknya kepada sekolah. Mungkin bila dihitung tidak hanya 100 % , tetapi lebih dari itu. Mereka sangat menggantungkan munculnya prestasi dan kehebatan anak-anaknya dari sekolah. Padahal anak-anak di sekolah hanya sekitar 5-9 jam. Ketika di sekolah memang menjadi tugas dan tanggung jawab sekolah, tetapi bagaimana ketika di rumah? Tentu saja orang tua harus mengambil peran sebaik-baiknya.

Generasi yang hebat tentu lahir dari orang tua yang hebat. Menjadi sangat penting bagi orang tua untuk menjadi hebat sehingga bisa membersamai tumbuh kembang anak-anaknya untuk menjadi hebat. Seperti apakah orang tua hebat? Apakah mereka yang bisa mencukupi materi, menyediakan fasilitas yang canggih? Tentu saja bukan sekadar materi belaka. Jauh dari itu semua ada hal mendasar yang harus dimilki oleh para orang tua untuk menjadi hebat, yaitu kasih sayang.

Kasih sayang menjadi modal utama untuk menjadi hebat. Tentu saja bukan kasih sayang yang kebablasan. Kasih sayang yang mendorong orang tua untuk memperlakukan buah hati sesuai dengan usianya. Banyak fenomena di masyarakat yang kurang tepat. Ada beberapa orang tua yang bangga memiliki anak sudah pintar menggunakan gawai di usia balita. Hal ini tentu saja sangat tidak tepat. Bisa-bisa justru menimbulkan kecanduan yang berakibat pada lemahnya otak untuk menerima pelajaran. Ada lagi yang bangga melihat anaknya sudah bisa naik motor di usia sepuluh tahun. Tentu saja sangat tidak tepat dan justru membahayakan bagi anak itu sendiri. Lalu harus bagaimana?

Untuk itu orang tua harus mengetahui karakter dan sifat anak sesuai usianya. Perlakuan terhadap anak balita tentu harus berbeda dengan anak yang sudah mendekati remaja atau puber seperti anak SMP, demikian juga ketika membersamai anak yang sudah SMA tentu juga berbeda. Ingin tahu kelanjutannya tentang karakter anak sesuai usianya? Ikuti bagian selanjutnya ya...

Maaf mau memasak dulu...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Jurusan di fakultas kehidupan. OK Bun.

12 Jun
Balas

Ok juga Pak Tanto...barakallah

12 Jun

Ini yang namanya ngerjain orang, baru disimak e...malah memasak. He..he..he..kutunggu edisi berikutnya.

12 Jun
Balas

Hehehhe...keburu anak-anak laper Pak...Makasih sudah mampir.. Barakallah

12 Jun

He...he... Psikologi perkembangan era universitas kehidupan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah Marlupi

13 Jun
Balas

Sesungguhnya, Allah sudah titipkan teori parenting terhebat di dalam Alquran dan hadits. Lukmanul Hakim, Allah abadikan namanya di dalam Alquran sebagai panduan bagi para orang tua untuk mendidik anak. Apalagi ada keluarga nabi Ibrahim pula. Jazakillah khoir Bu Guru. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Bu Lupi.

13 Jun
Balas

Wah lagi serius bacanya, disuruh ikut masak, gak mau ah, aku maunya ikut makan aja, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

12 Jun
Balas

Sini Bund..cmn masaknya pas-pasan juga, paling dapat 6 ..xixixixi... Barakallah Bund

12 Jun

Keren dik ...sukses sll

12 Jun
Balas

Makasih Mbak..see u...sukses selallu yaaa..

12 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali