Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Benarkah Mendidik Anak Zaman Dulu Lebih Mudah?
Wahdah Islamiyah

Benarkah Mendidik Anak Zaman Dulu Lebih Mudah?

Para emak kalau sedang berkumpul ramainya luar biasa. Apa saja bisa menjadi bahan pembicaraan. Begitu juga ketika Yu Jum dan para tetangga sedang arisan. Perbincangan mulai dari masalah sayur mayur, cara memasak, cara dandan dan pakaian, sampai sinetron pun dibahas. Asyiknya tuh di sini, saling berbagi pengalaman menjadi emak. Bahkan kasus yang lagi hangat soal coblosan, soal kekerasan dan kriminal pada anak pun menjadi topik pembahasan.

“Wah ternyata mendidik anak zaman now lebih susah dan berat ya,” komentar Yu Darmi

“Iya, katanya anak era milea, berat poll,” tambah Yu Ijah berapi-api.

“Era Milenial Yu,” kata Yu Jum

“Nah itu Yu..era milenial. Tobat deh, sulitnya minta ampun. Anak suka ngeyel. Kalau sudah pegang ponsel, orang lain dianggap tak ada,” keluh Yu Ijah.

Para emak pun saling membenarkan. Tidak terasa mereka menjadi curhat tentang anaknya masing-masing. Ada yang susah diatur, ada yang susah belajar, ada yang terlalu sering main di luar, dan bermacam problem yang mereka hadapi.

“Mendidik anak zaman sekarang beda jauh dengan zaman kita. Tantangannya jauh lebih berat,” sahut Yu Anik

“Maaf Ibu-ibu, koq kita bilang mendidik anak zaman sekarang lebih berat, emang kita sudah pernah mendidik anak zaman dulu?” tanya Yu Jum.

Suasana mendadak menjadi hening.

“Iya ya, kita kan belum pernah mendidik anak zaman dulu,” sahut Yu Darmi yang disambut gelak tawa para emak.

“Maksudnya kita dulu kan tidak senakal atau sesulit anak-anak sekarang,” jawab Yu Anik.

“Masa! Jangan-jangan orang tua kita dulu juga mengeluh seperti kita lho waktu mendidik kita,” sahut Yu Jum.

Suasana kembali heboh. Mereka jadi berpikir, bagaimana bisa menilai diri sendiri dulu tidak senakal anak-anak zaman sekarang?

“Mungkin mendidik anak, apa pun zamannya sama berat. Dulu orang tua kita juga merasakan hal yang sama. Sekarang kita pun demikian. Bahkan kalau kita perhatikan justru sekarang banyak fasilitas yang memudahkan kita lho. Sekarang ada parenting, ada seminar menjadi orang tua. Coba orang tua kita dulu , tidak ada fasilitas atau kuliah tentang cara mendidik anak. Meskipun demikian kenyataannya kita adalah produk, hasil dari didikan mereka,” jelas Yu Jum.

“Iya ya, sekarang banyak fasilitas. Tapi tantangannya ?” tanya Yu Darmi

“Tiap zaman tentu memiliki tantangan yang berbeda-beda, demikian juga orang tua kita. Yang pasti tak bijak kalau kita membandingkan anak-anak dengan kita. Kita juga tidak perlu memaksakan mereka menjadi seperti kita karena eranya sudah berbeda,” tambah Yu Jum

“Benar Yu Jum. Kita selama ini tak sadar sering membandingkan anak-anak dengan kita dulu. Ingin mereka seperti kita, padahal dunia mereka berbeda dengan dunia kita,” sahut Yu Anik.

“Terus kita harus bagaimana?” tanya Yu Ijah yang masih kebingungan.

“Kita harus lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anak. Yang jelas kasih sayang dan perhatian keluarga sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak-anak. Kita larang anak-anak membuka ponsel, menonton teve, tapi kita sendiri malah asyik melakukannya,”

Para emak pun langsung tertawa riuh. Terkadang tidak kita sadari. Kita ingin anak kita lebih baik, tetapi lupa tidak memberi contoh, padahal contoh lebih baik daripada seribu nasihat. Setiap anak hidup di eranya masing-masing. Meskipun demikian ada satu kesamaan di setiap zaman, yaitu perhatian dan kasih sayang. Ketika keluarga memberikan cukup perhatian dan kasih sayang, anak-anak tidak akan mencari perhatian di luar. Ketika rumah dan keluarga bisa memberikan kenyamanan baginya, anak-anak tidak akan mencari kenyamanan di luar. Semoga kita para orang tua bisa memberikan perhatian dan kasih sayang kepada buah hati kita, sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan. Jaga dan didik amanah yang sudah dipercayakan kepada kita agar mereka menjadi kader yang handal yang tatag dan tangguh.

Rumahku,14042019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ya Bunda, kasih sayang yang utama, semoga anak-anak kita keluarga besar media guru mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan dilindungi Allah Yang Mahakuasa.

14 Apr
Balas

Aamiin...semoga demikian Bunda...terima kasih dah singgah..barakallah Bund

14 Apr

Tulisan yang renyah dan gurih, serenyah makna yang dapat dipetik dari tulisan ibu yang makin oke bingit, Barokallah

14 Apr
Balas

Terima kasih apresiasinya Pak Guru..berkat para penulis hebat ( Pak Guru dkk ) di gurusiana hingga terpacu untuk belajar menulis dan menulis. Barakallah Pak

14 Apr

Betul, Bu Guru. Setiap zaman miliki tantangan yang berbeda-beda. Maka, menjadi tugas orang tua untuk menjaga amanah yang diberikan Allah agar tangguh menghadapi persoalan pada zamannya. Mantaffff jiwa, Bu Guru. Jazakillah khoir sudah mengingatkan. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Bu Lupi.

14 Apr
Balas

Sepakat Bunda Rai...tantangan yang dihadapi berbeda tetapi amanah sama. Semoga kita bisa...terima kasih dah singgah Bund..barakallah ya

14 Apr

Paparan asyik namun nonjok Bunda Lupi. Benar sekali peehatian dan contoh teladan itu yabg ciptakan anak sesuai keinginan. Sukses selalu dan barakallah fiik

14 Apr
Balas

Terima kasih Bunda. Vivi atas apresiasi dan doanya. barakallah ya...

14 Apr

Dulu masih tinggal di Desa, memang belum ada ponsel. Anak-anak kecil sudah pandai main judi bersama orang dewasa.main judi ini kalau sudah candu bisa juga tak pulang-pulang. Sama dengan anak zaman now. Barakallah Ibu Marlupi shat selalu

14 Apr
Balas

Sepakat Bapak, apa pun zamannya tantangan selalu ada. Jadi sebenarnya sama beratnya ya Bah, karena anak memang amanah. Terima kasih Abah. Salam sehat dan sukses..Barakallah

14 Apr

Tantangan di setiap zaman berbeda, zaman yang semakin maju tentu semakin berat tantangannya. Fasilitas ikut mengimbangi kemajuan yang ada. Semoga para orang tua bisa mengikuti dan menempatkan diri, mendampingi tumbuh kembang anaknya. Barakallah...Bu Upik. Tulisan yang bermanfaat

14 Apr
Balas

tepat Bu...semoga kita bisa menghadapi tantangan dengan bijak..sehat selalu..barakallah

14 Apr

Mantul.... Yu Jum memang pinter.... Barakallah did Upik

14 Apr
Balas

Yu Jum belajar nggone Mbak Titik jd pinter..hehehe..barakallah Mbak

14 Apr

Contoh lebih baik dari seribu nasehat...Setuju sekali bu Upi... keren. Sukses bunda

15 Apr
Balas

Sepakat Bund, lagian setiap zaman pasti ada tantangannya sehingga tak bisa kita bandingkan. Bisa jadi sama beratnya ya..barakallah Bund..

01 May

Semoga anak-anak kita menjadi anak yg soleh dan solehah. Walau di jaman milenial.

14 Apr
Balas

aamiin..terima kasih Bunda Resti..ditunggu karya-karya Bunda..Barakallah

14 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali