Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti...

Selengkapnya
Bersabarlah Nak...
catatan perjalanan seorang ayah

Bersabarlah Nak...

Aku segera beranjak membuka pintu ketika kudengar deru motor berhenti di depan rumah. Benar saja , dua jagoanku sudah pulang.

“Assalamu’alaikum..” seru mereka

“Waalaikum salam..,” jawabku sambil membantu suami menurunkan belanjaan.

Kakak langsung berlari ke dalam rumah. Suamiku memberi kode untuk mengikutinya. Diambilnya si kecil Zahra dari gendonganku. Aku pun masuk mengikuti anak sulungku ke dalam kamar. Kulihat dia sedang membuka-buka celengan gajah miliknya. Dihitungnya dengan seksama.

“Lho..koq dibuka kuncinya Kak, ada apa?”Tanyaku

“Iya Bunda...Aku pengen beli mainan, tadi kata Ayah aku harus nabung dulu, ternyata masih kurang Bund,” Jawabnya cemberut.

“Emang harganya berapa?,”

“lima puluh ribu, uang Kakak baru tiga puluh empat ribu..”

“Woo..tinggal dikit lagi, besok ditambah uang saku Kakak, pasti ga sampai semnggu sudah cukup, “ bujukku membesarkan hatinya.

“Sekarang cuci tangan dulu , Bunda dah masak lauk kesukaan Kakak, ayam goriiiiing,”

“Bener Bunda...siaaap, tapi besok ditambah ya Bund uang sakuku,”

Senyum lebar sudah mengembang , dia pun bergegas ke dapur.

Maafkan kami ya Nak... Sebenarnya ada uang untuk membelikanmu mainan, tapi kami ingin mengajarkan kepadamu arti kesabaran dan perjuangan. Harganya memang tak seberapa, tapi kami tak ingin kau menjadi pemuda yang lemah, tidak sabaran dan tidak menghargai sebuah perjuangan.

Kami tidak bisa menjamin kehidupan yang akan kau hadapi nanti selalu mulus dan tanpa aral. Kami pun tak bisa mendampingi setiap saat dan selalu. Biarlah sekarang kau belajar sedikit bersabar . Biarlah sekarang kau belajar untuk gigih memperjuangkan sebuah keinginan. Tidak semua yang kita inginkan harus terwujud segera, bahkan tak jarang realita tak seindah ekspetasinya. Biar tak kaget nanti, maka belajar dan bersabarlah Nak.

Roda kehidupan terus berputar, proses pun berjalan seperti yang seharusnya, sesuatu yang kau dapatkan dengan perjuangan, tentu akan berbeda rasanya. Kegigihanmu berusaha untuk mendapatkan mainan akan menjadi pengalaman berharga di hari nanti. Kami sangat berharap kau akan tumbuh menjadi pemuda yang gigih untuk memperjuangkan apa yang kau inginkan.

Belajarlah bersabar dan gigih untuk memperjuangkan hidupmu Nak..!

08012019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Roda kehidupan terus berputar berjalan mengikuti waktu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Bu guru luar biasa. Membekali anak dengan PPK yang dialaminya sendiri. Pasti akan menjadi modal hidup paling berharga yang bisa jadi yidak semua orang memilikinya. Salam sayang buat si Kakak, nggih. Semoga menjadi anak yang qurrota a'yun. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bu Guru.

08 Jan
Balas

aamiin....terima kasih doa dan apresiasinya Bunda. Belajar menjadi orang tua itu ternyata luar biasa...bagi tips dan motivasinya ya Bund, saya tunggu....sehat n sukses selalu...barakallah Bunda

08 Jan

Setuju mbak! Hidup memang harus berjuang...termasuk anak2 kita yang berada di zaman serba tersedia...

08 Jan
Balas

iya Jeng...semoga kita bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita ya...termasuk pelajaran bersabar dan berjuang....sehat n sukses slalu Jeng..barakallah

08 Jan

Betul Bun....seperti putri kecilku kemarin sempat membuka celengan kepingin membeli krayon yang ukuran sedang..Sudah menabung cukup lama..Alhamdulillah sudah cukup untuk membelinya..Mengajarkan kepada anak bahwa hidup tidak selalu terpenuhi apa yang diinginkan...Saluut untuk super emak...Sehat dan sukses selalu..Barakallah..Bundaa...

08 Jan
Balas

Iyeees Bund...bukan masalah harganya, tapi lebih pada pembelajarannya....hidup emak-emak..hehehe...sehat n sukses juga untuk Bunda Rini...barakallah

08 Jan

Hebat Bund. Barokalloh... Gemar menabung, masa depan beruntung. Sekaligus mengajarkan anak, bahwa perlu perjuangan utk meraih mimpi. Sukses Bund

08 Jan
Balas

Terima kasih Bunda Sus...apresiasi dan doanya, sehat n sukses juga untuk Bunda.semangat pagi....barakallah

08 Jan

Memberi pelajaran tentang sebuah kesabaran... ben prihatin ya, Bu

09 Jan
Balas

Yuuuups Jeng Fila...ajar prihatin lan sabar, sehat slalu ya Jeng..barakallah

09 Jan

Mantap Bunda. Selalu inspiratif tulisan Bunda. Saya suka topik parenting nya. Sehat sukses selalu tuk Bunda. Barakallah

08 Jan
Balas

Terima kasih apresiasinya Mbak Fera..doa terbaik juga untuk njenengan...barakallah ya Mbak..

08 Jan

Sangat menginspriasi. Saya jadi teringat dengan seorang anak kecil kelas 1 SD. Ayahnya seorang profesor filsafat di Medan. Si anak harus pulang dengan wajah sedikit kecewa karena uang tabungan untuk beli sepeda kurang Rp.100.000. Dalam hatiku berkata "apalah susahnya menambah uang 100 ribu saja untuk menyenangkan hati seorang anak". Namun, beliau mengatakan kepada saya, "Ini bukan masalah uang, ini adalah pendidikan." Ucap beliau. Terima kasih bu atas tulisan menginspirasinya. Saya punya ide untuk menulis cerita yang sama dengan redaksi yang berbeda. barakallah.

08 Jan
Balas

Tepat sekali Pak Hilal...begitu penting dan berharganya sebuah pendidikan...iya Pak..tiap penulis mempunyai style yang berbeda, meski topik yang sama..mangga...sehat n sukses ..barakallah

08 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali