Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Biarkan Dia Menangis
Pictame

Biarkan Dia Menangis

Adit masih saja merengek, lalu menangis keras ketika minta dibelikan mainan di warung Kang Ujang. Yu Jum tampak berusaha mengalihkan perhatian anaknya itu, tapi tak juga berhasil. Adit tetap menangis. Dipegangnya erat-erat mainan mobil-mobilan yang dia sukai.

"Sudahlah Yu, dibawa saja tak apa-apa. Bayarnya besok," kata Kang Ujang.

"Iya, daripada Adit rewel lho,. Kasihan ," tambah Yu Ijah yang sedang belanja juga.

"Tidak apa-apa Yu. Makasih Kang Ujang, besok saja. Maaf saya bayar belanjaan dulu," jawab Yu Rani.

"Adit, kita pulang dulu ya Nak. Tahu ngga , tadi Mak masak apa? Ayam goreng lho kesukaan Adit. Pulang dulu yuuk,," bujuk Yu Jum dengan tenang.

Bocah itu menurunkan tangisnya.

"Mainannya ditaruh dulu. Kan belum dibeli. Tidak boleh dibawa pulang. Kita kembalikan ya. Di rumah masih ada mainan yang sama. Ayo anak pinter. Kita kembalikan ya," bujuk Yu Jum sambil membelai rambut anak kesayangannya itu.

Sebenarnya Yu Jum ada uang untuk membelinya, tapi dia tak melakukannya.

"Di rumah masih ada ya Mak? " tanya Adit.

"Lho kan Adit sudah punya,"

"Tapi bannya rusak Mak, lepas," rengeknya.

"Nanti biar dibetulin Bapak ya," jawab Yu Jum meyakinkan anaknya.

"Benar Mak? Bapak bisa? " tanya Adit.

"Iya. Bapak pasti bisa," jawab Yu Jum tersenyum .

Adit tampak mengangguk

Yu Jum segera menggandeng anak kesayangannya itu pulang.

"Saya duluan ya Ibu-ibu," pamit Yu Jum pada yang mak-mak yang lain.

Ayah Bunda...

Terkadang kita tak tega atau tak sabaran ketika buah hati kita meminta sesuatu. Apalagi ketika dia menangis. Kita menjadi bingung, atau malu dengan sekitar kita, sehingga apa yang diminta dituruti. Hal.ini kalau kita biarkan terus menerus tentu sangat tidak mendidik.

Tidak semua apa yang diminta anak harus dituruti. Mengapa? Bayangkan nanti ketika dia telah besar. Tidak semua hal begitu mudah dia dapat. Memang tampak sepele, tapi dampaknya akan terasa ketika dia beranjak.besar. Mari latih anak kita untuk bersabar dan menjadi anak yang tangguh.

Bila sekali dia meminta dengan menangis dituruti, maka dia akan menjadikan tangisan sebagai senjata utama. Setiap kali keinginan tak dituruti , dia menangis.

Mari ajari anak kita tentang arti bersabar dan berusaha. Bukan masalah uang atau harta. Kita tak mungkin membersamai anak-anak selamanya. Suatu saat pasti mereka akan terpisah dan hidup sendiri. Dunia pun tak selamanya selalu berpihak kepadanya. Ada kalanya tak seperti yang diharapkan. Maka jangan biarkan dia menjadi pribadi yang lemah, dengan menuruti segala keinginan mereka.Biarkan mereka menangis dan belajar menjadi tangguh dalam, karena sesungguhnya karakter dan kepribadian terbentuk sejak kecil. Pola asuh dari orang tua dan lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan buah hati kita. Mari menyayangi dan mencintai anak-anak kita dengan cara yang tepat, sehingga terbentuk karakter yang kuat. Jangan menyerah hanya karena tangisan manja. Selama bukan kesakitan tentu kita mampu mengatasinya. Biarkan dia menangis.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Anak juga perlu belajar "menunda keinginan", jazaakillah bunda upik...

01 Jul
Balas

Betul Bund, agar dia lebih tahu arti sabar dan perjuangan. Terima kasih sudah singgah.. Barakallah Bund..

01 Jul

Bagi anak-anak, menangis akan menyehatkan jiwa raga. Orang tua tak perlu perlu risau, kecuali jika dlm kondisi sakit. Sugeng enjing lan sigeng makarya, Bu Lupi.

01 Jul
Balas

Nggih Pak..dulu pertama punya anak bingung juga kalau nangis, alhamdulillah sekarang jadi mengerti. Terima kasih kunjungannya Pak.. Sehat selalu. Barakallah Pak

01 Jul

PR besar buat kita semua untuk membangun pengertian pada anak-anak kita. Penundaan terhadap permintaan anak hendaknya dilandasi dengan alasan yang masuk akal. Salam bahagia dan sehat selalu bunda Lupi.

01 Jul
Balas

Betul Pak..terima kasih sudah berkeman singgah.. Barakallah Pak Agus..

01 Jul

Setuju bunda, keinginan versi anak tidak selalu dituruti. Mereka harus merasa mendapatkan apapun karena kebutuhan bukan keinginan semata. Tulisan yang sangat menginspirasi. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

01 Jul
Balas

Benar Pak.biar anak belajar bersabar. Terima kasih sudah berkenan singgah. Salam sehat dan sukses.. Barakallah..

01 Jul

Setuju Bunda Lupi, biasakan anak pun pahami hal yang hal yg penting dan manfaat. Belajar sejak dini itu penting. Sukses selalu dan barakallahu fiik

01 Jul
Balas

Iya Bund..agar anak belajar bersabar. Terima kasih Bunda Vivi.. Salam sehat dan sukses. Barakallah..

01 Jul

Ulasan yang perlu dibaca oleh para orang tua...Mantap Dik Upik...Salam sehat dan bahagia...Barakallah...

01 Jul
Balas

Terima kasih Kak...masih belajar sebagai orang tua nih. Aalam sehat dan sukses..Barakallah Kak...

01 Jul

Betul bu... terkadang tidak tega membiarkan anak menangis.

01 Jul
Balas

Super sekali bunda. Inspiratif. Barakallah

01 Jul
Balas

Terima kasih Bunda Fera...belajar ngemong anak nih.. Salam sehat dan sukses.. Barakallah Bund..

01 Jul

mantap bunda...inspiratif

01 Jul
Balas

Terima kasih Bund..Barakallah Bund..

01 Jul

mantap bunda...inspiratif

03 Jul
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali