Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Catatan Hari Keempat UNBK

Catatan Hari Keempat UNBK

Kamis, 25 April 2019. Anak-anak tampak sudah ramai di sekolah, padahal jam baru menunjukkan pukul 06.20 WIB. Mereka tampak sedang mendiskusikan beberapa soal yang mereka anggap masih sulit. Begitu kulewati mereka langsung berdiri mendekat, mengucapkan salam dan menyalamiku.

“Assalamu’alaikum Bu,” seru mereka kompak.

“Wa’alaikum salam,’ jawabku dengan senyum termanis ( pabrik gula... :D ).

“Maaf Bu, tolong dijelaskan lagi cara menjawab soal ini,” kata Anggi sambil menunjukkan nomer soal kepadaku. Sementara siswa yang lain ikut nimbrung.

“Iya Bu, kami masih bingung,”

“O ya, sini Ibu tunjukkan,” jawabku sambil memberi penjelasan. Maklumlah hari ini mata pelajaran yang diujikan IPA. Kebetulan saya mengampu IPA. Meskipun berkali-kali sudah keluar dalam Pemantapan Persiapan Ujian ( PPU ), tetapi masih saja ada beberapa soal yang masuk kategori sulit. Terlebih bagi yang sudah phobia terhadap hitungan. Entahlah..Kalau sudah sampai pada soal hitungan, mereka agak kendor. Angka bagaikan momok katanya. Duuh Nak, berulangkali Ibu bilang. Jangan takut angka. Ketakutan hanya akan membuat kita semakin terbelenggu dengan rasa tidak bisa.

“Sudah jelas sekarang? Tetap tenang dan hadapi dengan senang ya, tidak usah tegang. Selama kita sudah berikhtiar, Insyaallah hasilnya pasti yang terbaik,”

Serempak mereka mengamini doaku. Aku pun bergegas meninggalkan mereka menuju laboratorium komputer bersama para protek yang lain.

Pukul 07.22 token sudah dirilis, namun para siswa belum boleh submit sebelum bel dibunyikan. Peralatan seperti kertas buram dan alat tulis pun tak lupa sudah dibagikan oleh pengawas. Segera setelah bel berbunyi, mereka pun klik submit dan mulai. Sepi, hanya terdengar suara klak klik mouse yang ditekan oleh para siswa. Beberapa tampak ekspresi riang. Mungkin karena merasa soal mudah dan pernah diajarkan. Tak sedikit yang cemberut sambil memegang dahi mereka. Seakan ingin mengeluarkan segala apa yang mereka ingat untuk menyelesaikan soal. Begitulah suasana UNBK di dalam lab. Terkadang ruangan yang dingin pun tetap membuat mereka berkeringat. Ada juga yang mulai terkantuk – kantuk. Alamak...ternyata ada yang mulai tak kuat menahan kepala untuk tetap tegak. Semalam lembur belajar atau efek soal yang sukar? Untunglah pengawas cukup perhatian. Tak jemu untuk mengingatkan para peserta agar mengerjakan dengan sentuhan.

Usaha sudah dijalankan dengan maksimal, maka biarlah semua berproses seperti yang seharusnya. Tunggu hasilnya dengan tetap berdoa, pasrahkan pada Yang Mahakuasa. Masih ada USBN yang menanti. Meski tidak berbasis komputer, tetap harus dijalani dengan kesungguhan.

Selamat dan sukses Anak-anakku. Harap senang dalam ujian, agar kita bisa tenang dalam mengerjakan, inshaallah menang pada akhirnya.

Sekolahku, 25042019

#edisimroktorhariini#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tempat saya USBN dulu , baru UNBK.

25 Apr
Balas

Oo..kebalikan ya Bund..kami baru mo USBN besok..barakallah Bun

25 Apr

Semoga senang dan tenang menghadapi ujian semoga sukses ya Bunda

25 Apr
Balas

Aamiin...terima kasih Bunda Syofni...barakallah Bun

25 Apr

Subhanallah, Bunda Lupi sebagai protek yang amat memperhatikan siswanya. Sukses selalu dan barakallahu fiik

25 Apr
Balas

Hanya berusaha melakukan yang terbaik Bunda Vivi...Salam sehat dan sukses..Barakallah Bun

25 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali