Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Harumkan Kotamu Nak!

Harumkan Kotamu Nak!

"Aji, ponselnya simpan Mama dulu, ayo belajar. Sudah mau ujian lho," kata Mama Dian pada anaknya yang bernama Aji.

Aji baru duduk di kelas 9. Sebentar lagi ujian kelulusan.

"Ah Mama, ga belajar juga ngga apa-apa, toh nanti masuknya sistem zonasi," jawab Aji

"Tapi Ji, dalam satu zonasi itu yang mau melanjutkan ke sekolah juga banyak. Kuota terbatas, nilai tetap dipertimbangkan . Namanya zona mutu. Dari seluruh calon siswa yang masuk zonasi tetap dirangking. Tidak hanya jarak saja," jelas Mamanya dengan nada tinggi.

"Masa begitu sih Ma? Bukannya yang satu zonasi langsung bisa masuk?" tanya Aji.

"Kalau semua calon siswa dalam satu zonasi diterima semua, apa sekolahnya cukup Ji? Kan ada kuotanya. Gimana sih ini anak. Kalau dijelasin gurumu kamu ke mana aja Ji?" Mama Aji masih kelihatan emosi.

"Belajar itu tak ada ruginya. Jangan sampai hanya karena ada sistem zonasi, kamu terus malas-malasan. Lagian belajar itu untuk siapa coba? Diri sendiri kan? Yakinlah Nak, tidak ada ilmu yang sia-sia.," tambahnya.

"Coba dulu Mama beli rumahnya dekat dengan sekolahan kan enak. Tak perlu capek-capek belajar bisa langsung diterima," kelakar Aji

"Uh dasar. Suka banget cari-cari alasan kalau disuruh belajar," jawab Mamanya.

"Sekarang coba kamu bayangkan, SD malas belajar karena masuk pakai zonasi, SMP juga. Terus kamu sebesar ini dapat apa? Belajar itu penting Nak,"

"Tapi percuma dong Ma, tetep tidak bisa masuk sekolah favorit di kota lain," jawab Aji

"Lhah, justru tugasmu untuk menunjukkan kalau di kota kita juga ada sekolah yang hebat. Sekolah favorit. Kamu dan teman-temanmu yang harus mengharumkannya. SMA di kota kita kalah pamor, karena bibit-bibit handal malah pergi menuntut ilmu di kota lain. Ayo banggalah dengan kota sendiri. Harumkan Nak," jelas Mama Aji.

"Iya ya Ma, bener juga," jawab Aji sambil manggut-manggut.

"Makanya, jangan malas belajar hanya karena zonasi,"

"Ashiaaap Ma, doakan ya Ma," jawab Aji sambil beranjak ke meja belajarnya.

Andai semua anak bisa diberi pengertian seperti Aji, tetap semangat belajar mwsti diberlakukan sistem zonasi. Anak-anak juga tidak perlu pergi ke daerah lain untuk menuntut ilmu, maka sekolah di kota sendiri pun juga lambat laun menjadi favorit dan pantas untuk dibanggakan. Bukankah kurikulumnya juga sama? Pendidiknya juga memiliki kualifikasi yang sama? Semoga semua yang telah diputuskan bisa membawa kebaikan untuk semua pihak dan pemerataan pendidikan benar-benar terwujud.

#Zonasiohzonasi#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

semangat..yes ! bun

23 Jun
Balas

Ashiaaap Pak... SD Bendungan III juga keren lho..favorit juga . Terima kasih Pak..Barakallah

24 Jun

Ulasan tentang zona dengan cerpen, pesannya tersampaikan. Semoga saja zonasi tidak membuat anak malas belajar. Tulisan sangat menginspirasi dan mengingatkan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

23 Jun
Balas

Semoga demikian Pak, karena sejatinya belajar adalah tugas kita tanpa memperhatikan zonasi. Terima kasih Pak Mulya. Barakallah Pak

24 Jun

Mantaps, cerpen tentang kondisi yang dipersoalkan banyak orang di luar sana, keren Bunda Lupi. Sukses selalu dan barakallahu fiik

23 Jun
Balas

Makasih Bund..apresiasinya.. Mantap juga nih liburannya.. Sukses juga untuk Bunda Vivi.. Barakallah ya Bund

23 Jun

Semoga di tahun2 mendatang pemerintah bisa menunjukkan kepada masyarakat dengan keunggulan sistem zonasi...Salam sehat dan bahagia Dik Upik.. Barakallah...

24 Jun
Balas

Betuul Kak...kita tunggu dan ikuti ya..inshaallah.. Makasiih Kak..barakallah

24 Jun

Zonasi oh zonasi... di bengkulu para org tua ribut krn anaknya gak keterima pdhl sudah di zona saking banyaknya pelamar. Aduh semoga thn depan pemerintah bisa mengkaji ulang kembali ttg zonasi ini.. salam sukses untuk bunda

24 Jun
Balas

Begitu ya Bund...semoga tetap semangat belajarnya anak-anak. Terima kasih sudah singgah.. Barakallah

24 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali