Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti...

Selengkapnya
Jangan Banyak Gaya Bro !

Jangan Banyak Gaya Bro !

Bel tanda masuk setelah istirahat, sholat dan makan sudah berbunyi. Anak-anak pun kembali masuk ke kelas masing-masing. Mengajar di jam tidur siang itu sungguh tantangan. Konsentrasi yang sulit , kondisi yang mulai lelah dan gangguan-gangguan lain. Guru selaku fasilitator harus memutar otak, menggunakan model pembelajaran yang bisa membelajarkan siswa, sehingga tujuan dapat tercapai.

Materi IPA untuk kelas delapan semester dua diawali dengan Tekanan. Untuk siang ini tentang tekanan pada zat padat. Aku pun berusaha agar pembelajaran dapat berpusat pada siswa. Siswa kelas 8C sebanyak 32 orang dibagi menjadi delapan kelompok. Lembar Kerja pun sudah kusiapkan, begitu pula alat dan bahan yang akan digunakan seperti bak percobaan, tepung, plastisin ,balok kayu, balok aluminium dan lain-lain. Alat dan bahan sengaja kutaruh di meja praktikum khusus. Tiap kelompok bebas untuk melakukan percobaan menggunakan bahan dan alat yang tersedia . Ya inquiry kecil-kecilan lah. Ada yang menyebutnya inquiry terbimbing, karena siswa tidak mutlak bereksplorasi sendiri, tetapi ada klu-klu atau petunjuk.

Setelah memberikan berbagai pengarahan dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai, anak-anak pun mulai bekerja dengan kelompoknya masing-masing. Mudah-mudahan pengembangan 4C dapat terwujud melalui kerja kelompok ini. Paling tidak ada komunikasi dan kolaborasi antar anggota kelompok. Ternyata meskipun di siang hari, pembelajaran aktif seperti eksperimen kecil-kecilan ini menjadi suatu hal yang menarik bagi anak-anak. Mereka tampak asyik mencoba-coba berbagai alat. Diskusi kecil pun nampak berjalan dengan baik. Aku pun tak tinggal diam, tiap kelompok aku kunjungi untuk memastikan percobaan yang mereka lakukan kira-kira bisa mengarah pada tujuan atau tidak.

Tibalah saatnya diskusi kelas, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Kelompok Vano yang kebetulan grup paling heboh ( karena terdiri dari anak-anak khusus, yang notabene sangat suka ribut ) mendapat giliran maju . Tak kusangka mereka pun punya keberanian untuk maju dan mengkomunikasikan hasil kerjanya.

“ Berdasarkan hasil percobaan, kedalaman tepung dipengaruhi luas permukaan. Semakin kecil luas permukaan, maka kedalaman tepung yang dijatuhi semakin dalam. Ini menunjukkan bahwa luas permukaan berbanding terbalik dengan tekanan, demikian hasil kerja dari kelompok kami, terima kasih”

“Ayo beri aplaus, selanjutnya kelompok siapa? Coba Vano menunjuk temannya !”

“ Kelompok Irfan Bu...,” jawab Vano

“ Baiklah, silakan kelompok Irfan maju, “

Irfan dan anggota kelompoknya pun segera maju. Rupanya percobaan mereka berbeda.

“ Kelompok kami, melakukan percobaan tentang hubungan tekanan dengan gaya berat. Berdasar percobaan kami, bila gaya berat semakin besar maka kedalaman plastisin makin besar, maka menurut kami tekanan berbanding lurus dengan berat,”

“Ada yang ingin bertanya? Ayo yang perempuan silakan tanya!”

“ Jadi kesimpulan dari percobaan kelompokmu apa Fan? ‘ tanya Hasna

“ Jangan banyak gaya bro..agar tekanannya tidak besar, “ jawab Irfan yang langsung disambut gelak tawa seluruh siswa. Mendadak kelas pun jadi heboh. Aku sendiri jadi ikut tertawa.

“ Jawaban kelompok Irfan benar lho....tekanan berbanding lurus dengan gaya, bila gaya kecil maka tekanannya pun kecil, namun bila gaya besar tekanannya juga besar. Nah..agar tekanan hidup kita kecil bagaimana caranya ? “

“ Jangan banyak bergaya Bu , “

Gerrrr......kelas kembali ramai. Kesempatan ini kugunakan untuk masuk dalam cara berfikir mereka dan bisa lebih mudah menjelaskan tentang konsep tekanan pada anak-anak. Dalam hati aku pun berharap mereka menyadari bahwa setiap ilmu yang kita pelajari pasti ada manfaatnya, sehingga tak ada yang sia-sia. Alhamdulillah pembelajaran sore ini, berakhir dengan manis. Tidak hanya belajar materi tekanan pada zat padat saja, tetapi secara tak langsung kami pun belajar hubungan gaya dengan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga sukses selalu anak-anakku...Kalimat yang akan selalu teringat ketika belajar tekanan, “ Jangan banyak gaya Bro...agar hidupmu tak tertekan

Sekolahku,11012019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Kegiatan pembelajaran setelah lepas salat zuhur membutuhkan kepiawaian lebih dalam guru dalam meramunya, agar tercipta PAIKEM yang memantik rasa 5C dalam diri siswa. Bunda Marlupi sungguh luar biasa, sosok guru yang prigel dalam penerapan model-model pembelajaran. Penerapan model inkuiri menjadikan siswa aktif dan kreatif. Konsep tekanan dan gaya yang dikemas dalam bahasa renyah khas pelajar, tersampaikan lewat konklusi nan menarik "Jangan banyak gaya, agar hidupmu tak tertekan". Selamat, Bunda Marlupi. Senang sekali membacanya, berharap saat supervisi nanti, ada guru IPA yang melakukan hal sama seperti Bu Guru Marlupi. Ijinkan Ayu untuk share artikel ini pada guru IPA. Matursembahsuwun, Bunda Marlupi.

12 Jan
Balas

Matur sembah nuwun Bunda Ayu' apresiasinya membuat baju saya sesak ini, sangat sederhana, saya jadi malu. Semangat pagi, sukses dan sehat selalu...barakallah...

12 Jan

Wow keren bu, terasa seolah saya sedang di dalam kelas. Sangat menginspirasi mengajar saat siang perlu strategi spesial. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

12 Jan
Balas

Terima kasih Pak Mulya....sehat , bahagia dan sukses juga untuk njenengan...barakallah

13 Jan

Ibunya Hasna malah sedang mati gaya Bunda...ga bisa nulis beberapa hari ini. Pembelajaran yang menyenangkan...Barakallah

12 Jan
Balas

Aduuh...jangab mati gaya dong Bund..ayo tulis lagi dong..kangeeen...semangat Bunda Hasna...sehat n sukses..barakallah

12 Jan

Saya langsung bisa membayangkan serunya anak-anak seperti Irfan...hihihi...jadi kepo ikut ketawa. Anak-anak memang luar biasa. Dengan pembelajaran aktif, mereka lebih ekspresif. Pemikiran mereka pun terkadang di luar dugaan kita. Sungguh, anak-anak akan menjadi sangat luar biasa ketika kita bisa temukan potensi dan keunikan mereka. Menyuguhkan model pembelajaran yang sesuai dan membangkitkan motivasi belajar mereka. Bu Guru IPA dengan kualitas super, sudah buktikan hal itu. Jazakillah khoir untuk tulisan inspiratif ini. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bu Guru.

12 Jan
Balas

Keren Bund, siswa yang luar biasa bisa tampil di muka kelas itu sesuatu Bund. Pastilah mereka akan pasang gaya agar menesona, wong bu gurunya saja, punya gaya yang luar biasa dengan tulisan yang tiada henti terangkai indah. Revisi dikit. Musala dan silakan, bukan mushola dan silahkan. Sukses selalu dan barakallah

12 Jan
Balas

Tengkiuuu Bunda Vivi, luar biasa jeli, sudah saya tindak lanjuti Bund..terima kasih ilmunya , baru tahu Bund, terbiasa salah...salam sukses juga untuk Bunda Vivi...barakallah

12 Jan

Asik2...jangan banyak gaya supaya tidak banyak tekanan...I like it....he..he..Good inspiration Bunda Cantiqqqq...Barakallah...

12 Jan
Balas

Xixixi..tak pikir - pikir koq iya ya...makin bergaya makin tertekan deh...makasih sudah singgah Kak...sehat n sukses...barakallah

12 Jan

Bisa untuk belajar menghadapi hidup....untuk mengurangi tekanan hidup..maka gaya hidup harus terkontrol...atau di kurangi..tapi yang penting harus memperluas bidang pikiran kita..hehehe....semakin luas pola pikir kita akan banyak solusi dsn kreativitas menyelesaikan masalah..Hehehe ......siip mbak itu siswa

12 Jan
Balas

Mantaaap Pak...agar tekanan terkurangi maka harus memperluas bidang pikiran, smart...matur sembah nuwun kersa lenggah Pak Gant...mugi tansah pinaringan kesarasan saha berkah saking Pangeran

12 Jan

Keren....anak 2 bergaya...msk konsep tekanan...,dik Upik jg keren...selamat berakhir pekan...

12 Jan
Balas

hehehe...makasih Mbak Tri...selamat berakhir pekan juga..sehat selalu

12 Jan

hehehe...makasih Mbak Tri...selamat berakhir pekan juga..sehat selalu

12 Jan

Weh mantap...ini pelajaran filsafat ya bunda...hehehe...memaknai hidup dari pelajaran IPA...semoga menjadi perenungan wat anak-anak ya bun...hidup apa adanya...nerimo ing pandum...hidup akan lebih damai... sukses selalu bunda

12 Jan
Balas

Hehehe..dihubung-hubungin Bund...sepakat sekali, nrimo ing pandum..makasih sudah singgah, semoga hari ini penuh berkah..barakallah

12 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali