Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti...

Selengkapnya
Jangan Renggut Mimpiku

Jangan Renggut Mimpiku

Berdesir , nyeri terasa di lubuk hati. Merinding ketika membaca berita tentang nasib teman seperjuangan. Semoga sahid nan mulia disandangnya. Raga harus gugur saat berkarya. Mencurahkan hati dan jiwa untuk pendidikan. Namun nasib siapa sangka. Manusia hanya bisa berencana , takdir di tangan Yang Kuasa. Sungguh takdir memang tak terelakkan, namun apa yang menyebabkan selayaknya kita renungkan. Sebuah lukisan suram dalam dunia pendidikan.

Begitu bobrokkah moral calon pemimpin masa depan ini? Mau dibawa ke mana perjalanan bangsa ini? Mengapa begitu “ urakan “ dan seakan tak terkendali? Apa yang salah dalam pendidikan? Tanggung jawab siapakah ini? Guru, orang tua, masyarakat? Mari bersama instropeksi diri dan berperan sesuai dengan fungsi kita masing-masing. Tak ada yang terjadi begitu saja, semua pasti ada makna di dalamnya. Semoga kita bisa belajar, dan terus memperbaiki diri, demi anak negeri.

Kutuliskan puisi ini, sebagai curahan hati, semoga Pak Budi diberikan tempat terindah di sisi- Nya. Diterima segala amal ibadah, diampuni segala dosa.

Kubawa berjuta mimpi

Untukmu wahai anak negeri

Meniti hari ,melukis asa

Merajut angan

Indahnya masa depan

Kubungkus harapan

Bersama cinta dan kepedulian

Tak tahukah kau?

Aku pernah memakai seragammu

Aku pernah duduk di kursimu

Aku pernah lewati jalanmu

Aku pernah menjadi dirimu

Aku ingin menjadi penyuluhmu

Aku ingin merengkuhmu

Aku ingin menggandeng tanganmu

Menyusuri jalan ini

Melihat indahnya mentari pagi

Melihat semesta ini

Bernyanyi dan berkreasi

Agar kau temukan hakikat diri

Namun..

Mengapa tak jua kau mengerti?

Jangan kau renggut mimpiku

Biarkan menjadi nyata

Karna tlah kubayar mahal

Dengan kepergianku

By : Marlupi Astana

SMP 2 Piyungan

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali