Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Ketika Pesta Telah Usai
dakwatuna.com

Ketika Pesta Telah Usai

Waktu telah berlalu. Pesta demokrasi yang digelar negeri ini baru saja usai. Para pemilih sudah menjatuhkan pilihannya. Para petugas pun sudah tunaikan kewajiban. Menghitung kertas suara yang begitu banyak. Tak peduli ketika malam telah datang dan semakin larut. Tugas tetap diembannya hingga semua tuntas. Amanah suara dipastikan aman dan sampai pada jenjang selanjutnya. Tinggal para calon dan pendukungnya. Dag dig dug menunggu keputusan. Metode quick count pun digelar. Sampel-sampel diambil dari seluruh populasi yang ada. Berharap bisa mewakili dan menggambarkan hasil keseluruhan. Meskipun keputusan akhir tetap menunggu tanggal yang ditetapkan.

Perhelatan lima tahunan , hajatan besar bangsa. Begitu banyak yang kita pilih dan tentukan. Tidak hanya capres namun juga caleg. Berbagai armada yang membawa mereka. Sangat banyak, hingga pemilih pun sempat kebingungan. Nama-nama yang cukup terkenal dan menjanjikan, namun lagi-lagi hanya satu yang bisa kita pilih dalam setiap jenjang. Dan....bless paku telah kita tancapkan. Satu nomer dalam setiap lembarnya.

Aku dan kamu tak harus sama. Mungkin pilihanku bukan pilihanmu, atau sebaliknya pilihanmu bukan pilihanku. Calon kita pun tentu tak menang semua. Selalu ada yang di atas dan ada yang di bawah. Ada yang terpilih dan ada yang tersisihkan. Proses telah berlalu, dan biarlah para petugas menjalankan tugasnya, menghitung dan memastikan suara sampai pada tempatnya. Yang menang tentu tak usah berlebihan. Yang kalah pun tetap berlapang dada. Perbedaan pilihan, perbedaan pandangan biarlah hanya di bilik saja. Kini pesta telah usai dan kita kembali seperti biasanya.

Ketika pesta telah usai, ada kalanya hati begitu gembira. Namun tak sedikit yang berbalut kecewa. Semua wajar dan manusiawi bagi setiap calon maupun pendukungnya. Yang terpenting tak berkepanjangan. Gembira dan kecewa secukupnya. Hati legawa dengan hasil yang didapatkan. Saatnya kembali bergandengan tangan. Lepaskan perbedaan , hilangkan jurang pemisah, kembali rapatkan barisan. Bersama menjalankan peran sesuai tugasnya, demi negeri kita tercinta. Indonesia jaya.

Selamat kepada seluruh rakyat Indonesia, yang telah menggunakan hak suaranya, hingga pesta ini berlangsung dengan lancar, aman dan damai. Semoga para calon terpilih amanah dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Banguntapan,18042019

#ketikapestatelahusai#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Agak terganggu, apa karena banyaknya iklan yg berseliweran di kolom ini ????

23 Apr
Balas

Sekarang tugas kita tinggal beberes menata kembali pergaulan seperti yang dulu.

18 Apr
Balas

Sepakat Pak..kembali ke semula, semangat pagi...sukses selalu

18 Apr

Kita akan kembali menulis dan terus menulis, siapapun yang menang, kitalah pemenangnya Bu Marlupi, Barokallah

18 Apr
Balas

Mari Pak..menulis dan terus menulis..barakallah Pak Guru

18 Apr

Setuju Bunda, tetap bergandeng, walau pilihan beda, karena pilihanku belum tentu pilihanmu. Sukses selalu dan barakallahu fiik

18 Apr
Balas

Pilihan boleh beda..tapi tetap eratkan gandengan..semangat pagi Bunda Vivi..barakallah ya..

18 Apr

Mari kembali sesuai dengan posisinya masing2...Tetap tersenyum dan berbuat kebaikan.....semangat...Sehat dan sukses ya...Barakallah Dik..

18 Apr
Balas

Mari Kakak...terima kasih dah singgah...sehat selalu..barakallah Kak

18 Apr

Mari bergandengan tangan. Lanjuutkan tugas mulia mencerdaskan kehidupan bangsa. Semangat kawan....

18 Apr
Balas

Sepakat..mari kawan..semangat sehat dan sukses....barakallah kawan..

18 Apr

Sip dik ....semangat pagi.....

18 Apr
Balas

Semangaaat Mbak Tri..makasih dah singgah

18 Apr

setuju banget....

18 Apr
Balas

Siiiippp..makasih Mbak Titik

18 Apr

Siapapun pemenangnya. Itulah presiden kita. Semangat Bunda Marlupi. Inspiratif. Barakallah

18 Apr
Balas

Betuuul Bunda Fera...semangat pagi..barakallah

18 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali