Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti...

Selengkapnya
Mak, Minta Kuota
lifestyle sindonews

Mak, Minta Kuota

Namanya juga emak-emak, kalau sudah ngrumpi pasti heboh. Entah acara arisan, kondangan, atau sekedar ngobrol di depan rumah menjadi ajang bertemu sekaligus berbagi ( hehehe...kayak panelis tanpa moderator ..). Selalu ada topik menarik yang diceritakan dan saling menyahut satu dan lainnya.

Kali ini mereka asyik menceritakan anak masing-masing. O.. ternyata kebiasaan jajan. Mak Par mengeluhkan anak perempuannya yang suka boneka, tiap kali ke toko lihat boneka , duuuh ngrajuknya luar biasa. Beda lagi dengan Mak Hety, anak cowoknya kalau diberi uang jajan suka beli mainan . Dalam sehari bisa beli 2-3 mainan. Woow...dan macam-macam. Gelak tawa mereka makin ramai saja. Ada satu emak yang menggelitik telingaku, Emak Ijah. Anaknya tidak begitu suka jajan, bahkan makan pun susah, kalau diberi uang untuk beli kuota. Kalau kuotanya habis , nangisnya tak ketulungan . Apakah hanya anak Mak Ijah? Ternyata emak-emak lainpun mengeluhkan hal yang sama. Anak-anak jajannya kuota. Waaah…..ada apa dengan zaman ini?

Memang gawai tidak lagi menjadi barang mahal, hampir di semua kalangan ada. Parahnya lagi bayi yang baru lahir pun seakan sudah mengenal gawai. Banyak para orang tua dengan bangganya memfasilitasi anak-anak mereka yang notabene masih balita dengan mainan gawai. Apakah tidak boleh? Tentu saja boleh, wong gawainya beli-beli sendiri koq.

Ayah Bunda, memberikan kemudahan dan fasilitas yang lengkap serta canggih kepada anak-anak itu tidak mengapa, tetapi hendaknya tidak mengesampingkan perhatian yang lain. Mereka membutuhkan pendampingan dan pengawasan kita. Bagaimana caranya agar terpantau?

1. Pengaturan waktu

Buatlah pengaturan waktu, kapan anak-anak boleh menggunakan gawai dan internet. Terlalu lama berinteraksi dengan gawai juga akan berdampak pada kesehatan anak juga. Bila anak sudah sekolha buatlah kesepakatan dengan mereka, jam-jam penggunaan gawai dan internet. Dengan demikian kita bisa mengontrolnya, tanpa membuat mereka merasa dikekang.

2. Ruang pemakaian

Ruang pemakaian gawai dan internet pun perlu diperhatikan, jangan biarkan anak-anak bebas mengakses internet sendirian atau di dalam kamar. Hal ini akan membuat kita kesulitan memantau apa yang mereka lihat. Kita sadari bahwa akses internet tidak semuanya hal yang baik, bahkna hal-hal yang tidak senonoh acap kali nongol duluan. Kasihan kalau di usia mereka yang masih rentan menyaksikan hal yang tidak seharusnya. Demikian juga dengan you tube, atau chalenge – chalenge yang menyesatkan. Bila akses internet dilakukan di ruang tengah keluarga , maka kita bisa memantaunya dengan baik tanpa membuat anak-anak merasa jengkel.

3. Bersahabat dengan mereka

Orang tua adalah orang terdekat dengan anak-anak. Kita harus bisa menjadi sahabat, kakak atau bahkan adik bagi mereka, sehingga ada rasa nyaman di dalam keluarga. Keharmonisan dan kedekatan ini akan membawa dampak positif bagi anak-anak. Mereka tidak akan mencari perhatian atau pelarian ke tempat lain. Kita bisa mengajak anak-anak untuk belajar memasak , bermain bola, atau lari pagi bareng untuk mengalihkan gawai dan internet yang berlebihan.

Pagi-pagi belum sempat sarapan

Tak mengapa sudah makan roti

Buah hati kita adalah harapan

Persiapkan untuk hidup yang berarti

Rumahku#13012019#edisibelajar#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bunda jeli sekali, alhamdulillah rumah kami terpasang indihome telkomsel, jadi hampir tak pernah nembeli kuota untuk anak-anak. Sukses selalu, Bunda Marlupi.

13 Jan
Balas

Siiip Bunda Ayu' matur nuwun sampun lenggah, mugi tansah pinaringan rahmat saha berkah...barakallah

13 Jan

Ternyata, kuota paket data sekarang sudah menjadi kebutuhan utama termasuk bagi anak. Jadi mau bagaimana lagi? Yang penting orang tua mampu secara bijak mengawasinya. Sugeng enjang, Bu Lupi.

13 Jan
Balas

Leres Pak..milih kuota daripada roti..Matur nuwun sampun kersa lenggah, sugeng enjang ugi Pak, mugi pikantuk berkah..aamiin

13 Jan

Leres Pak..milih kuota daripada roti..Matur nuwun sampun kersa lenggah, sugeng enjang ugi Pak, mugi pikantuk berkah..aamiin

13 Jan

Wah tulisan yang menginspirasi untuk para orang tua zaman now. Terima kasih sudah memberikan pencerahan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

14 Jan
Balas

Alhamdulillah..terima kasih dah disempatkan singgah Pak Mulya...doa terbaik juga buat Bapak dan keluarga..barakallah

14 Jan

Iya...inilah tantangan kita.... Terimakasih triknya bu

13 Jan
Balas

Sepakat Bu Hati...Selamat ya gawainya baru..xixixix...salam sehat n sukses, semoga kita bisa menjadi orang tua yang bijak...barakallah

13 Jan

Sebuah fenomena yang mau tidak mau harus diterima. Terima kasih atas tipsnya Bunda Cantiiqq..Semoga selalu sehat dan menginspirasi...Barakallah..

13 Jan
Balas

Iya Kak..kita tak bisa menutup mata, edisi belajar bijak, semoga kita bisa ya...makasih sudah singgah, sehat n sukses..barakallah

13 Jan

Masing-masing kita merasakan, beragam hajat anak-anak kita itu menandakan anak yang cerdas.Barakillah Ibu Guru Marlupi

13 Jan
Balas

Benar Pak, terima kasih atas doa dan kunjungannya, semoga selalu sehat..barakallah

13 Jan

Itu masalah yang aku hadapi juga bunda... terimakasih tips nya, terutama untuk no tiga... sukses selalu bunda.. barakallah

13 Jan
Balas

Ma sama Bunda Yanisa...problem kita bersama, semoga selalu sehat...barakallah

13 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali