Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Memasuki Dunia Putih
Lintaslampung

Memasuki Dunia Putih

"Koq dari tadi ngaca terus Jum? Ada apa?" tanya Kang Karyo pada Yu Jum yang dari tadi bercermin.

"Ini lho Kang, koq rambut gatel banget. Ternyata udah tumbuh ubannya Kang, aduuuh," gerutu Yu Jum

"Emang maunya muda terus Jum? Ya kan tiap hari umur nambah. Tandanya kita sudah tak lagi muda Jum," ledek Kang Karyo.

" Kalau Kang sih iya, tapi aku kan masih muda," jawab Yu Jum sewot.

" Ya udah, masih bau kencur. Baru sweet seventeen. Hahahaha..." Kang Karyo malah tertawa lebar membuat Yu Jum semakin jengkel.

Yu Jum segera beranjak dan mencubit suaminya yang terus menggodanya.

"Sudah, kamu belum tua koq, baru ST ( baca : setengah tua ). Lagian kamu tetep TTM koq," kata Kang Karyo.

"Apa itu TTM Kang? Kamu anggap aku sekadar TTMmu? Atau Kang punya TTM?" Yu Jum makin jengkel.

"TTM itu tua-tua tetep manis....Jangan marah-marah terus dong Jum. Ntar tua beneran lho," jawab Kang Karyo.

"Tak usah bingung, apalagi cemas. Rambut sudah beruban artinya kita diingatkan Allah, kalau usia telah bertambah. Tak lagi muda, sudah memasuki dunia putih. Kita harus semakin dekat kepada-Nya. Lebih hati-hati dalam bersikap dan bertingkah. Mak-mak yang sudah berumur ya janganlah dandan ala ABG. Sudah ngga pantas. Kelakuan pun begitu Jum. Naa yang tak boleh kalah , semangatnya . Tubuh boleh menua, tetapi semangat tetap muda," kata Kang Karyo.

"Iya ya Kang. Sudah tua pakai baju ABG ya lucu ya Kang," jawab Yu Jum

"Nah itu paham. Sudah tua ngga usah neko-neko. Aku saja yang ubannya kelihatan ngga bingung koq. Kamu kan tertutup Jum. Kamu sekarang masuk aliran NU ya Jum?"

"NU apa Kang?"

"Nutupi Uban. Hehehehe...

Keduanya pun tertawa bersama. Ah..ternyata waktu terus berlalu. Usia semakin bertambah, dan kita pun telah menua. Semoga kita bisa lebih bijak dan lebih dewasa dalam mengarungi biduk rumah tangga kita ya Kang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

آمين semoga umur kita barakah ya Bunda.

28 Jun
Balas

Aamiin...semoga ya Bund..semangat pagi. Terima kasih sudah hadir di lapak saya Bund.. Barakallah

28 Jun

Kalau saya sudah meninggalkan "dunia hitam", Bu Lupi. Sugeng sonten.

28 Jun
Balas

Xixixixi...sudah matang dan kenyang dwngan asam garam ya Pak Edi... Salam sehat dan sukses.. Barakallah Pak Edi..

30 Jun

Kemesraan yang tetap harus dijaga meski umur merambat jauh. Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu... Begitu Bun.Barakallah.

28 Jun
Balas

Iyuuups...semakin tua semakin mesra kayak Pak Agus, semakin mantap melangkah dalam menggapai rida-Nya...barakallah Pak..aamiin

28 Jun

Subhanallah, cerita yang mengingatkan, waktu terus berjalan, tapi amal ibadah kita masih kurang. Terima kasih sudah mengingatkan. Aku pun sudah ada uban, walau tak terlihat, karena masih satu, dua, gak pake tiga, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

28 Jun
Balas

Iya Bund..uban pengingat kita bukan yang dulu lagi...terima kasih sudah singgah..salam sehay dan sukses.. Barakallah Bund

28 Jun

Oh dunia putih...Semua akan menuju ke arahmu..Tulisan yang sarat makna...Barakallah Dik Upik...

29 Jun
Balas

Satu persatu uban pun tumbuh, mengingatkan akan diri yang sudah tak muda lagi.. Terima kasih Kakak..semoga selalu sehat.. Barakallah Kak

30 Jun

Mmang hebat.. Salut saya

29 Jun
Balas

Terima kasih apresiasinya Bapak. Salam sehat dan sukses.. Barakallah

30 Jun

Abah saat ini sedang menikmati bagaimana indahnya dunia putih, masa itu akan datang tidak bisa kita hindari. Sampakne kambek yu Jum .Barakallah Ibu Marlupi sehat selalu

29 Jun
Balas

Iya Abah...ntar saya sampekan. Selamat menikmati indahnya masa di dunia putih, semoga hati kita semakin bersih. Salam sehat dan sukses Abah.. Barakallah

30 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali