Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya

Menulis Cerita Anak, Mampukah?

“Astagfirullah...” tetiba terdengar Bu Intan berteriak mengejutkan.

“Ada apa Bu?” tanya Bu Mira.

“Coba dibaca Bu,” jawab Bu Intan sambil memberikan buku bacaan kepada Bu Mira.

“Ya ampun.. Ibu menemukan ini di mana?” tanya Bu Mira tak kalah kagetnya.

“Ini buku bacaan yang dikumpulkan anak-anak Bu. Sungguh keterlaluan. Sangat berbahaya ini Bu,”

“Betul Bu, dari sampulnya tampak buku untuk anak-anak, tetapi isinya sungguh sangat tak pantas untuk dibaca anak-anak ya Bu. Untunglah kita seleksi dulu bacaan anak-anak. Coba tadi kalau langsung ditaruh di pojok literasi, bisa berbahaya Bu,” jawab Bu Mira.

“Iya Bu, kita harus lebih selektif. Hampir saja kecolongan. Jangan sampai buku-buku seperti ini dibaca anak-anak sebelum waktunya. Masalahnya siapa yang membelikan buku ini ya Bu?”

“Ya, bisa jadi orang tuanya yang membelikan Bu, tapi tidak membuka atau membacanya lebih dulu. Atau bisa juga membeli sendiri,”

Buku cerita adalah salah satu buku bacaan yang digemari tidak hanya di kalangan anak-anak, bahkan orang dewasa pun masih sangat menyukai bacaan berupa cerita. Hanya saja level ceritanya pasti berbeda. Yang menjadi masalah adalah ketika kasus seperti di atas terjadi. Apa jadinya anak-anak kita ketika membaca buku cerita yang belum waktunya. Padahal fakta di lapangan banyak sekali buku – buku bacaan yang bersampul anak-anak, bahkan pelaku cerita juga anak-anak tetapi ceritanya tidak lagi cerita anak-anak.

Apa sebenarnya buku cerita anak? Apakah buku yang gambarnya anak-anak? Buku cerita anak tentu tidak sekadar buku yang para pelakunya adalah anak-anak, tetapi yang lebih pas adalah buku yang berisi cerita untuk anak-anak. Sampul anak-anak, pelaku anak-anak tidak menjamin bahwa isi ceritanya untuk anak-anak. Di sinilah orang dewasa harus mengambil peran. Orang tua atau guru harus ketat dalam memilah dan memilih buku bacaan untuk anak-anak. Apa yang dibaca anak-anak tentu akan sangat memengaruhi cara berpikir mereka, sehingga jangan sampai kecolongan dengan bacaan cerita yang belum waktunya. Hal ini bisa merusak masa depan generasi harapan.

Pada waktu membeli buku cerita sebaiknya dicek level atau kategori pembaca. Apakah sudah sesuai dengan usia atau belum. Jadi jangan mudah tertipu buku cerita anak hanya dengan melihat sampulnya saja. Kasus ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dan orang tua untuk menulis cerita anak. Terlebih bagi guru, ini bisa sebagai media atau metode dalam pembelajaran. Guru tentu kaya akan cerita-cerita nyata yang ada di sekitar kita. Guru bisa menulis cerita-cerita realita menjadi buku yang pas dengan usia dan tentunya sarat akan makna dan pesan moral. Berani menulis buku cerita anak? Jangan kalah dengan penulis-penulis cilik yang mampu menerbitkan buku Kecil-kecil Punya Karya atau KKPK.

#belajarmenulisceritayuk#10Juni2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Harus coba!! . Asyik lho Bun.

10 Jun
Balas

Begitu ya Pak..coba ya Pak....

10 Jun

Siapa takut? Saya, hi...hi..hi...

10 Jun
Balas

Saya jugaaa....xixixi...

10 Jun

Jika demikian, kita coba yuk...Bu Guru. Memang anak-anak kita dalam "penjajahan". Tak hanya buku cerita, lagu untuj anak juga sukit didapatkan. Semoga segera ada solusi untuk hal ini. Aamiin. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

10 Jun
Balas

Iya Bunda, sebagai guru yang lebih tahu cerita yang pas untuk mereka kita harus mencoba, meski tak mudah. Terima kasih Bunda Rai.. Salam sehat dan sukses Barakallah Bund

11 Jun

Wah, ini tugas untuk Bunda Lupi menanti yah, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

10 Jun
Balas

Saya garing Bu nis cerita, apalagi cerita anak... Sehat dan sukses selalu Bund..barakallah

10 Jun

Kalau bunda Lupi sih bisa karena tulisan-tulisan bunda selalu ringan dan renyah cocok dengan karakter cerita anak. Kalau saya mundur duluan bun. Hehehe. Semangat ya bun, ayo coba menulis semoga sukses. Barakallahu fiik

10 Jun
Balas

Saya juga belum berani Bund..hehehe... Lebih mudah bikin cerita dewasa ya ternyata...selamat malam Terima kasih sudah mampir Bunda Rita... Barakallah Bund

10 Jun

Buku untuk anak-anak pun tidak luput dari penyusupan cerita- cerita dewasa, bahkan gambarnya.Yakin kita, ini semua sudah direkayasa. perusak generasi kita rasakan dari segala penjuru. Naudzu billah. Barakallah Ibu Marlupi sehat selalu

10 Jun
Balas

Betul Abah, sebagai orang tua dan juga guru kita mesti selektif dalam memilah dan memilih bacaan yang sesuai. Terima kasih . salam sehat dan sukses.. Batakallah

11 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali