Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Pesona Kebon Empring
dokumen pribadi

Pesona Kebon Empring

Setelah UNBK berlalu, kini saatnya para siswa menempuh USBN. Tidak sampai sore hari ujian sudah selesal. Padahal kami harus fingerprint pukul 15.00 WIB. Berbagai acara pun kami lakukan. Ada yang pulang dulu ke rumah karena rumahnya dekat. Ada yang menunggu di sekolah. Begitu juga denganku.

' Ke Kebon Empring yuuk!. Maksi sekalian liat-liat. Bagus lho katanya," seru Mbak Lis.

"Iya, ayo. Aku pengen jenang candil," jawab Mbak Naning.

"Iya, enak ayo_" timpal yang lain.

"Ayo ikut Dik Upik, nanti lagi nulisnya," ajak Mbak Lis kepadaku.

"Oh ya Mbak, ikut. Jauh nggak?" tanyaku.

"Nggak . Kita bonceng-boncengan saja,"

"Asyiaaaaap" sahutku sambil membenahi kertas-kertas yang masih berserakan.

Berlima akhirnya kami berangkat. Mbak Naning penunjuk jalan berada di depan. Dari jalan propinsi masuk ke dalam. Setelah melewati sawah-sawah yang terbentang, sampailah kami di tujuan. Ternyata tidak jauh. Hanya butuh waktu sepuluh menitan. Sebuah pekarangan di pinggir kali kampung Bintaran Wetan.

Masyarakat sekitar memang kreatif menurutku. Betapa tidak. Pinggir kali yang biasanya kumuh disulap menjadi spot swafoto yang menarik. Begitu masuk disambut dengan gapura unik dan sederhana bertuliskan "Pasar Kebon Empring". Sesuai dengan namanya tempat ini banyak "empringnya" alias bambu. Rumpun bambu masih banyak dan rimbun menjadi khas dari tempat ini. Kemudian ada jembatan gantung di atas kali yang dibuat unik. Di sekitarnya ditanami bunga warna-warni.

Kami pun terus masuk ke dalam. Tak lupa setiap jengkal langkah kami pun cekrak cekrek bak model kesiangan ( xixixix....). Rumah-rumahan dari ilalang menambah cantiknya tempat ini. Suasana pun masih begitu asri. Tentu saja masih jauh dari kebisingan kota. Ada beberapa rumah penduduk di dekatnya. Sampailah kami di jantung Kebon Empring. Berjajar aneka jajanan dan makanan tradisional. Banyak pilihan. Minuman pun macam-macam. Sementara di tengah banyak kursi-kursi dari empring untuk tempat makan. Ada juga beberapa gazebo sederhana dari kayu dan bambu di bantaran kali. Asyik juga ya, bisa makan sambil menikmati pemandangan. Eh ada juga rumah pohon. Wah jadi pengen naik ke atas rasanya. Aku pun mencoba naik, tapi belum sampai atas sudah deg degan. Akhirnya turun lagi. Yang penting sudah cekrek dulu. Hehehhe.

Segera kami memilih menu kesukaan masing-masing. Sambil menunggu makanan jadi tak lupa acara swafoto terus berlanjut. Tak lama pesanan sudah datang. Dasar lambung sudah bergejolak, kami pun lahap menyantap hidangan yang sederhana. Ada yang menarik perhatianku. Minuman wedang jahe yang kami pesen pun sudah datang. Gelas minumnya terbuat dari bambu. Emmm....rasanya ada rasa tersendiri. Pyaar...begitu meminumnya. Terlebih jahenya banyak dipadu sereh. Yang sedang masuk angin atau perut kembung cocok sekali minum ini.

Setelah kenyang makan dan puas berkeliling kami pun kembali. Sesungguhnya sesederhana apa pun bila dikelola dengan baik, saling melengkapi dan kerja sama ternyata bisa mengangkat perekonomian masyarakat. Salut dan luar biasa untuk masyarakat Bintaran Wetan. Belum juga sampai tempat parkir tetiba ada yang memanggil kami.

"Bu guru..tunggu! Saya murid ibu lho," seorang ibu berteriak sambil berlari mendekati kami.

Kami pun serempak menoleh.

"Anak saya juga murid Ibu, " jelasnya

"Oh iya, di sini juga Bu," tanyaku.

Usut punya usut ternyata Beliau alumni sekolah kami dan koordinator tempat ini.

Wooow...bangga juga ya, alumni kami bisa mempunyai ide yang brilliant dan berguna untuk masyarakat sekitar.

"Coba saya tahu dari tadi Bu, saya antar jalan-jalan," katanya.

" Tidak apa-apa Bu. Terima kasih,lain waktu kami ke sini lagi koq" jawabku.

Kawasan pinggir kali ternyata bila ditata dengan kesungguhan bisa menjadi tempat wisata yang apik dan asri. Lengkap dengan empring-empringnya yang justru menjadi khas pinggiran kali. Anda penasaran? Silakan datang ke tempat wisata Pasar Kebon Empring Bintaran Wetan Piyungan.

#Edisimaksijumatsiang#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Asri juga rupanya. Kapan-kapan saat ke Jogja, perlu juga mengunjunginya.

27 Apr
Balas

BetulPak Edi..siap jadi TL lho...mangga pinarak. Sugeng enjang Pak, mugi tansah pinaringan berkah.

27 Apr

Kebun pring....saat ini jarang ditemui d daerah padat penduduk. Refrehing stlh usbn... Salam sukses bu marlupi

27 Apr
Balas

Iya Pak..kebetulan sekolah kami masih di perbatasan kota dan desa, jadi masih banyak ditemukan empring..Terima kasih sudah singgah...barakallah Pak Darto

27 Apr

Wah perlu dicoba dan dikunjungi Pasar Kebon Empringnya, Bu Marlupi , Barokallah

27 Apr
Balas

Mangga Pak...pinarak..Terima kasih sudah singgah Pak..Barakallah

27 Apr

Adem...kelihatannya. Ntar...kapan-kapan kalau Mbah Uthi sama Mbah Buya ke Yogya, ajakin ke situ...ya Bu Guru...? Salam sehat, bahagia dan sukses selalu. Barakallah, Bu Guru Lupi.

27 Apr
Balas

Shiaaap Bunda....ayo ke Jogja ..saya tunggu kedatangannya. Salam sehat dan sukses selalu Bund... Barakallah..

27 Apr

Indah dan asri Bunda Lupi, tambah asri di hati karena ketemu murid, konon lagi penggerakan keasrian di sana, pokoke pool, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

27 Apr
Balas

Betuul Bunda Vivi...tambah seneng. Terima kasih sudah mampir..Barakallah Bund

27 Apr

Wah...kebon empringnya pasti pemandangannya indah yaaa...Sekarang semuanya berlomba membuat tempat wisata...Kreatif dan bisa mendatangkan income....Kapan ya ke sana...Barakallah Dik...

27 Apr
Balas

Benar Kak...tempat wisata menjamur di mana-mana. Semoga suatu saat bisa ke Jogja ya...aku tunggu. Semangat pagi..Barakallah ya Kak

27 Apr

Andai aku jadi ikut, pasti fotoku ikut nangkring di situ. Hehe...tunggu komisi dari owner kebon empringvya...

27 Apr
Balas

Pastii dong...lain waktu kita ke sana ya...nanti kuliput deh...hehehe....

27 Apr

Kebun yang Asri, sejuk dan menyegarkan dengan ribuan daun yang menebar oksigen. tulisan yang bagus

27 Apr
Balas

Iya Pak...empringnya masih rimbun, suara ayam, sapi macam-macam juga masih terdengar. Lumayan buat merehatkan pikiran dan badan. Terima kasih sudah singgah Bapak. Salam sehat dan sukses. Barakallah

27 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali