Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Secangkir Kopi Pagi Ini
cover salah satu karya Pak Edi Prasetyo

Secangkir Kopi Pagi Ini

Judul buku : Wanita Penjual Air MAta

Penulis buku : Edi Prasetyo

Penerbit buku : CV. Pustaka MediaGuru

Tahun terbit : 2017

Jumlah halaman : 218 halaman

No. ISBN : 978-602-468-980-3

Semua mata seakan memandang rendah kepadanya. Ya, bagaimana tidak, seorang wanita yang memanfaatkan air matanya. Berharap bulir-bulir bening yang terjatuh di pipinya akan berubah menjadi pundi-pundi berharga. Mungkin tak seberapa, namun rasanya tak adil jika langsung mengatakan si wanita penjual air mata. Siapa yang tahu masa depan seseorang. Tak ada yang tahu, tetapi semua menyadari roda kehidupan selalu berputar. Ada kalanya di atas, tapi ada kalanya juga harus di bawah. Demikian juga yang dialami Dita Kartika.

Dahulu dia adalah seorang primadona kampus. Selain wajahnya yang memang cantik dengan postur tubuh yang ideal, dia juga pintar dan cerdas. Banyak mahasiswa yang kagum dan berusaha mendapatkan cintanya. Dan benar saja, ketika Dita menikah seolah hari itu menjadi hari patah hati sedunia. Mereka yang pernah jatuh hati merasa kecewa. Meskipun begitu doa terbaik tetap mereka berikan untuk sang pujaan.

Waktu terus berlalu, kehidupan pun terus berjalan. Sebagian besar telah berkeluarga dan memiliki anak. Usia sudah tak lagi muda.Teknologi yang luar biasa canggihnya menyatukan mereka kembali dalam kenangan, hingga muncullah ide untuk mengadakan reuni. Terbayang senang dan serunya bertemu teman lama, terlebih mereka yang menyimpan rasa. Semoga tidak terjadi CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali.

Hari yang dinanti pun tiba. Benar saja. Berbagi cerita banyak hal ternyata seru juga. Sampai tibalah ketika seorang biduan wanita membawakan lagu kenangan. Semua mata tertuju padanya. Wajah cantiknya tetap memesona, meski guratan kepedihan tergambar di senyumnya. Ya, dialah Dita Kartika. Sang primadona kampus di masanya, kini harus mengalami kepahitan dalam hidupnya. Suami yang dibanggakan meninggalkan dia dan anak-anaknya entah ke mana. Dita yang terlanjur tidak berkarir harus berjuang mengais rezeki agar bisa bertahan. Air mata kepedihan tak mampu dibendungnya. Ya, terpaksa dia menjadi penjual air mata. Akankah mereka yang beruntung masih tak mau menyisihkan sebagian hartanya?

Dita mengetuk hati, menyadarkan arti pentingnya berbagi.

Itulah sepenggal kisah Wanita Penjual Air Mata yang ditulis dengan apik oleh seorang kepala sekolah bernama Edi Prasetyo. Masih ada 49 cerita lain di dalam buku ini. Dibuka dengan cerita Petaka di Awal Tahun. Sebuah cerita tentang kasih sayang orang tua yang kebablasan yang justru berakibat fatal bagi anak. Salah asuhan sehingga anak menjadi arogan dan jauh dari tatanan. Kisah pemuda yang memperjuangkan hatinya untuk mendapatkan sang kekasih. Kisah perselingkuhan suami yang akhirnya terbongkar karena ponselnya tertinggal. Ada juga kisah religi dalam Ada Ular di Atas Sajadahku. Masih banyak lagi cerita lain. Pembaca benar-benar akan dimanjakan dengan berbagai cerita unik dalam hidup ini.

Kepala sekolah yang bertugas di SMA Patikraja ini lahir dan besar di Purbalingga. Sebagai seorang kepala Beliau sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Begitu juga dalam menyelami berbagai karakter anak buahnya. Hal ini tentu menjadi pengalaman tersendiri. Cara penyampaian nasihat yang begitu indah dan santun tercermin dalam setiap goresan penanya. Berbagai cerita dituliskan dengan gaya yang nyaman dan luar biasa sehingga para pembaca tanpa sadar telah mendapatkan pembelajaran yang sarat dengan pesan moral. Selain itu Pak Edi Prasetyo adalah salah satu penulis populer papan atas yang setiap hari goresannya bisa kita baca di rumah besar gurusiana. Tulisannya sudah tidak diragukan lagi baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Beliau juga bagaikan KBBI berjalan. Tulisan yang bukan sembarang tulisan. Berisi dan berbobot. Semua itu pantas dimiliki, karena ternyata dunia menulis sudah ditekuni sejak masih SPG. Terus dilanjutkan hingga kuliah sampai sekarang. Tulisannya sudah banyak menghiasi media massa sejak dulu.

Tata bahasa yang digunakan mampu menghipnotis pembaca untuk terus dan terus membaca hingga tuntas. Membaca buku ini ibarat minum kopi. Tidak semua kisah berisi tentang kesedihan, ada juga kegembiraan, kebahagiaan , dan berbagai kisah lain. Ada begitu banyak rasa di dalamnya, semua begitu sayang untuk dilewatkan. Anda penasaran? Bagi yang belum memiliki bisa menghubungi penulis buku lewat WA 081327000259. Karya-karya yang Beliau miliki juga sudah banyak. Di antaranya ada Darkim Jadi Guru, Ani Gadis Pemberani, Mawar Merah ini Mestinya untuk Dia, dan lain sebagainya.

Bahagia tak terkira bisa memiliki buku ini sebagai hadiah. Terima kasih Pak Edi, cerita yang sangat inspiratif. Buku ini menjadi panutan saya untuk belajar berbagi lewat cerpen. Pembelajaran yang luar biasa. Semoga menjadi amal kebaikan Bapak. Teruslah berkarya, dan Barakallah Pak.

Banguntapan,07042019

#belajarmeresensi#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terima kasih sekali atas apresiasi Bu Lupi terhadap buku tulisan saya. Semoga ada manfaatnya.

07 Apr
Balas

Mihon maaf bila kurang berkenan ya Pak..Resensi yng jauh dari kata bagus. Maklum masih belajar. Saya juga berterima kasih bisa belajar dari buku-buku Bapak yang luar biasa. Barakallah Pak Edi..

07 Apr

Resensi yang sangat bagus bunda, penggambaran isi buku dan pengarang yang sangat menarik. Barakallah

07 Apr
Balas

Terima kasih Bunda Desi. Belajar meresensi nih. Barakallah juga ya Bund..semangat pagi

07 Apr

Resensi super duper Bunda Lupi, keren. Sukses selalu dan barakallah fiik

07 Apr
Balas

Huaa.. Bunda Vivi bisa aja. Terima kasih sudah singgah ya Bund.. semangat pagi, barakallah Bunda Vivi..

07 Apr

Mantaps Dik Upik....Bukunya juga luar biasa....Keep reading....Salam sehat dan sukses selalu..Barakallah ..

07 Apr
Balas

Terima kasih apresiasinya Kakak...belajar meresensi. Pak Edi memang ahlinya penulisan cerpen. Semangat pagi dan barakallah ya Kak..

07 Apr

Terima kasih apresiasinya Kakak...belajar meresensi. Pak Edi memang ahlinya penulisan cerpen. Semangat pagi dan barakallah ya Kak..

07 Apr

Pak Edi, adalah guru kita semua. Barakallah Ibu Marlupi

07 Apr
Balas

Sepakat Abah..Terima kasih berkenan singgah. Salam sehat dan sukses ya Bah...barakallah

07 Apr

Sepakat Abah..Terima kasih berkenan singgah. Salam sehat dan sukses ya Bah...barakallah

07 Apr

Sepakat Abah..Terima kasih berkenan singgah. Salam sehat dan sukses ya Bah...barakallah

07 Apr

Wow...menarik sekali cerita sang primadona Dita. Jadi pengin membacanya.super sekali...

07 Apr
Balas

Kisah yang menharukan Bu...baca sendiri yaa...sehat selalu..barakallah

07 Apr

Resensi yang bagus....kapan kapan buku ku diresensi juga ya...he...he

07 Apr
Balas

Terima kasih Mbak...siaaap...semoga bisa meresensi karya Mbak Titik. Semangat berkarya, sehat selalu. Barakallah ya

07 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali