Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Sudah Siap Mudikkah Kita?
Wikipedia

Sudah Siap Mudikkah Kita?

Jalanan menuju tempat pemberhentian bus antar kota sungguh padat. Lalu lalang kendaraan pribadi luar kota sudah begitu banyak. Wajah-wajah para pemudik. Rasa bahagia tak terkira, membawa kerinduan bertemu orang tua, handai taulan udi kampung halaman. Aroma kebahagiaan sudah tercium dari kejauhan. Membayangkan segera bertemu dengan orang-orang tercinta.

Namun pemandangan ini justru berbalik seratus delapan puluh derajat ketika aku sudah naik kendaraan umum yang membawa ke kota kelahiranku. Bus yang begitu besar hanya terisi sedikit. Setengah saja tidak ada. Sopir dan kernet juga mengeluhkan hal yang sama. Sepi penumpang meskipun para pemudik sangat banyak. Ya..betapa tidak sepi, para pemudik sebagian besar menggunakan mobil pribadi. Plat-plat luar kota menunjukkan bahwa sebenarnya pemudik sangat banyak. Banyaknya pemudik dengan menggunakan kendaraan pribadi ini menjadikan jalanan sangat padat, tetapi angkutan umum sepi. Entahlah di kota lain. Apakah sama penuh kendaraan pribadi atau bus umum masih diminati. Untunglah meski penumpang sedikit, bus yang kutumpangi tetap berangkat tepat waktu.

Aku pun berpikir, pemudik dengan membawa kendaraan pribadi tentu menunjukkan tingkat kesejahteraan mereka. Memang sering para perantau berani mudik, ketika sudah sejahtera dan tentunya memiliki perbekalan yang mencukupi. Selain untuk bertemu orang tua, sanak saudara dan juga tetangga , mudik sering menjadi ajang untuk unjuk diri, eksistensi keberhasilan dan prestasi.

Momen mudik selalu menjadi agenda tersendiri bagi para perantau. Menyiapkan bekal harus sudah dilakukan jauh hari bahkan jauh bulan sebelumnya agar bisa mudik dengan nyaman. Tentu tidak sedikit anggaran yang harus disisihkan dan disiapkan. Kekuatan hati untuk mudik dan bertemu orang tua sangat besar sehingga persiapan mudik pun dilakukan dengan senang dan gembira. Terbayang wajah-wajah yang selalu merindukan dan dirindukan. Tangan -tangan lembut yang selalu menuntun ke mana diri harus melangkah semakin membuat rindu kian membuncah.

Duhai perantau, kita semua pun sedang merantau di dunia yang fana ini. Suatu saat entah kapan, kita harus mudik ke tempat asal kita. Mudik ke kampung keabadian. Bekalmya tak perlu harta dan benda, tetapi berupa amal dan kebajikan. Mudik adalah kepastian dari-Nya. Tak bisa ditawar waktunya. Siap atau tidak, mau tidak mau, ia akan datang. Tinggallah kita menyiapkannya dengan baik dan saksama. Sudah cukupkah bekal kita? Siap mudikkah kita?

#happymudikkeluargamenanti#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mudik ingatkan sangkan paran. OK Bun.

04 Jun
Balas

Leres Pak..tempat kita kembali yang sesungguhnya. Terima kasih Pak Tanto..barakallah

04 Jun

Ya kita semua saat ini dalam pengembaraan, mencari bekak tuk mudik abadi.

04 Jun
Balas

Semoga kita bisa menyiapkan bekal dengan baik ya Pak.. Barakallah

04 Jun

Zaman now sudah banyak berubah. Selain sarana dan prasarana transportasi yang sudah memadai angkutan online sudah menjamur. Sehingga transportasi umum manual lama kelamaan akan ditinggalkan. Tulisan yang sudah mengangkat fenomena sosial. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

04 Jun
Balas

Bekal mudik yang masih sering terlupakan Bund. Sukses selalu dan barakallahu fiik

04 Jun
Balas

Iya Bunda Vivi..kurang dan masih kurang.. Terima kasih sdh singgah.. Sehat selalu..barakallah

04 Jun

Kita semua akan mudik menuju keabadian namun bekal masih tipis..hiks..hiks...Ya Allah bimbinglah kami semua agar bisa mempersiapkan bekal dengan baik.. Salam sehat dan bahagia Dik Upik...Selamat mudik... Barakallah..

04 Jun
Balas

Sama Kak...semoga kita bisa lebih baij ya Kak..salam sehat selalu.. Barakallah

04 Jun

Semoga diparingi kesehatan keselamataan kebarokahan dalam. Mudik bersilaturahim bersama keluarga.. Taqaballahumunawamingkum mohon maaf lahir dan batin

04 Jun
Balas

Taqabal ya kariim.. Mohon maaf lahir dan batin juga Bunda Ida..salam sehat dan sukses.. Barakallah

04 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali