Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya

Sudahkah Mengambil Rapor Ananda?

"Ayaaaah..." sambut Nina dengan ceria begitu ayahnya datang.

"Ya sayang," jawab Ayah sambil mengecup anaknya.

"Ayah, besok bisa datang ke sekolah Nina kan?" tanya Nina begitu ayahnya duduk.

"Aduuh, maafin Ayah ya sayang. Besok Ayah ada rapat. Emang ada apa? Biar Bunda yang datang ya. Bunda dag datang belum?" tanya Ayah.

"Ya Ayah. Kalau Bunda tak bisa , biar Pak Karto atau Bi Ijah kan," jawab Nina lirih.

Semburat kekecewaan tergambar di wajahnya. Perlahan gadis kecil itu berjalan menuju ke kamar. Begitu sampai kamar ditumpahkannya segala rasa kecewa. Gadis itu menangis sesenggukan. Ini sudah yang kesekian kalinya Ayah dan Bunda tidak bisa mengambil rapornya. Padahal Nina sangat ingin seperti yang lain. Tahun lalu didampingi Bi Ijah, asisten rumah tangga mereka. Kini Ayah dan bundanya tak bisa lagi. Sedih, kecewa bercampur aduk dalam hatinya. Dia ingin melihat kedua orang tuanya bangga melihatnya disebut sebagai siswa berprestasi. Lagi-lagi semua itu hanya mimpi. Andai ayah dan bunda tahu, betapa sakitnya hatiku, pikir Nina. Bukam sekadar harta, uang yang banyak yang selalu ayah bunda berikan, tetapi apalah artinya tanpa perhatian.

Ayah Bunda...

Terkadang kita lupa, bahkan tidak menyadari betapa meluangkan waktu mengambil rapor untuk ananda adalah hal yang besar buat anak kita. Wujud dukungan nyata prang tua untuk buah hatinya. Motivasi terhebat, sehingga ananda bisa semangat untuk belajar menjadi lebih baik. Kesibukan lain terkait dengan bisnis, tentu bisa ditunda barang sebentat. Sesungguhnya anak adalah harta terbesar, yang doanya akan kita harapkan nanti. Bukankah amalan yang tidak akan terputus adalah doa anak yang saleh? Kita tentu ingin anak-anak kita menjadi anak yang saleh, maka hargai dan dukunglah sedari kecil, sehingga membekas dalam relung hatinya, betapa besar perhatian dan dukungan orang tuanya.

Selain itu hadir dalam penerimaan rapor anak, juga bisa digunakan sebagai sarana konsultasi kepada wali kelasnya, sejauh mana perkembangan buah hati kita. Hambatan atau kendala apa yang dihadapi sehingga bisa diatasi sejak dini. Ada lagi hal kecil yang sangat besar pengaruhnya dalam kinerja , yaitu ucapan terima kasih ( apa karena penulis juga guru ya..hehehhe). Ucapan terima kasih dari orang tua untuk guru anaknya adalah wujud penghargaan terhadap guru. Bukan materi berupa bingkisan atau hadiah ( tidak boleh ), tetapi wujud perhatian. Anak kita sudah dididik, dibimbing sehingga ilmunya bertambah, tentu tidaklah berat dengan sekadar terima kasih.

Nah, sudahkah Ayah dan Bunda mengambil rapor ananda?

#edisiterimarapor#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sudah ambil raport.bun.yes

22 Jun
Balas

Siiip..tempat saya udah kemarin Pak.. Barakallah

22 Jun

Benar Bunda Lupi, ambil rapor oleh ayah atau bunda, sesuatu banget bagi sang anak. Sukses selalu dan barakallahu fiik

22 Jun
Balas

Iya Bund, anak akan semakin mantap dalam melangkah, karena merasa mendapat dukungan dari orang tuanya. Terima kasih sudha singgah di sela -sela liburannya. Salam sehat dan sukses. Barakallah Bund..

23 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali