Marlupi

Hidup hanya sekali, harus berarti. Kau dilahirkan Ibumu menangis, sedang orang-orang di sekitarmu tertawa ria. Bersungguh-sungguhlah dalam menempa hidupmu, agar...

Selengkapnya
Tanpamu

Tanpamu

Takbir bersahutan dari penjuru tempat. Umat muslim bersuka cita menyambut hari raya. Tetiba ada yang memyelinap, mengusik hati. Air mata ini menggantung di sudut mata. Entah kapan akan mengering. Bukan aku tak ikhlas atau tak kuasa menerima takdir-Nya. Namun masih saja air mata tak mampu kutahan ketika bayangmu datang menyapa. Ya...bagaimana aku bisa melupakanmu. Semua masih memenuhi pandanganku.

Ceriamu, sapamu, bahkan kesibukanmu menyiapkan menu tiap lebaran pun tergambar jelas di pelupuk mataku. Masih kuingat lebaran tahun lalu. Kau sibuk menyiapkan opor ketupat, rendang pepaya kesukaanku dan anak-anak. Tak kenal lelah kau lakukan semua. Merapikan rumah, semua kau sulap begitu indah. Air mataku semakin deras.

Kerinduanku padamu semakin membuncah. Duhai belahan jiwa, separuh napas yang kupunya. Tak kusangka Tuhan kan memanggilmu secepat ini. Bukan aku tak rela, tapi hati ini masih berduka.

Lihatlah ! .Baju lebaran yang kau siapkan telah kukenakan. Begitu juga dengan anak-anak. Mereka pun tampak begitu senang dengan baju lebaran uang telah kau belikan. Tinggallah punyamu. Masih tergantung di lemari pakaian. Akan tetap tergantung selamanya, karena sang pemakainya telah berpulang.

Terima kasih sayang... Untuk ketiga buah hati kita aku akan berdiri dengan tegak, meski sungguh terasa berat. Kan kulangkahkan kakiku tanpa goyah, meski kusadar hati ini begitu lemah. Untukmu kuajak mereka membaca al fatihah. Damailah kau di sisi-Nya. Tidurlah dengan tenang, karena aku akan memegang janji yang kuucap. Tetap tegar dan semangat meski tanpamu di sini. Kan kubesarkan tiga gadis kecil kita penuh cinta.

Selamat hari raya separuh napasku. Biarlah kukenang kau dalam rinduku. Semoga Allah ampuni segala dosamu, dan menerima amal.ibadahmu. Tenanglah dalam tidur panjangmu. Penuh cinta untukmu dari aku dan anak-anakmu.

Lebaran kali ini, memang begitu berat bagiku. Kali pertama tanpamu duhai tulang rusukku. Bergegas kuusap air mata yang masih menggantung di pipi. Anak-anak tak boleh melihat aku bersedih lagi. Aku harus kuat dan akan kuat , agar mereka tumbuh dengan hebat, seperti yang pernah kau cita-citakan. Bismillah...kuatkan hati kami Ya Allah....

#tetapsemangatuntukadikku#weloveyou#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tadabur dari setiap kejadian. Dan Kita rela menjalani. Salam..

06 Jun
Balas

Njih Pak..semoga bisa demikian ..barakallah

06 Jun

Aamiin ya robbal 'alamin semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Tugas kitalah untuk senantiasa mendoakan dan menjaga amanatnya.

06 Jun
Balas

Aamiin... Terima kasih doanya Pak ..barakallah

06 Jun

Ketika tidak lagi bersama dengan orang yang dicintai, selalu membawa duka nesrafa, tapi Allah tentu memiliki kehendak yang terbaik untuk hambanya. Semoga adik Bunda Lupi dapat melaluinya. Sukses selalu dan barakallahu fiik

06 Jun
Balas

Aamuun..terima kasih doanya Bunda Vivi.. Selamat merayakan kemenangan.. Barakallah

06 Jun

Kehilangan selalu menyisakan kerinduan...Semoga adinda tercinta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya...Amin.. Salam sehat dan sukses selalu...Barakallah...

06 Jun
Balas

Aamiin..terima kasih doanya Kak.. Selamat merayakan kemenangan. Barakallah

06 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali